st12

st12
st12

Minggu, 18 Juli 2010

sekilas mengenai st12





ST12 adalah grup musik beraliran musik Melayu. ST12 didirikan di Bandung oleh Ilham Febry alias Pepep (drum), Dedy Sudrajat alias Pepeng (gitar), Muhammad Charly van Houten alias Charly (vokal), dan Iman Rush (gitar).

Awalnya, keempat personel ini tak saling kenal, meski mereka telah lama berkecimpung di dunia musik. Mereka mulai akrab setelah sering bertemu di studio rental di Jalan Stasiun Timur 12, Bandung, milik Pepep. Mereka pun akhirnya resmi mendirikan ST12 pada tanggal 20 Januari 2005. Nama ST12 yang merupakan kependekan dari Jl. Stasiun Timur No. 12 adalah nama pemberian ayah Pepep, Helmi Aziz.

Meski keempat personel ini memiliki aliran musik favorit yang berbeda, Charly menggemari jazz, Pepep suka jazz dan rock, sementara Pepeng tumbuh bersama musik rock, namun mereka kompromi untuk membuat ST12 beraliran melayu.

ST12 terpaksa merilis album perdana mereka melalui jalur independent (indie) karena tak ada label yang mau menampung mereka. Sayang, pada bulan Oktober 2005, saat tur promosi album di Semarang, Iman Rush meninggal akibat pecah pembuluh darah di otak.
Trinity Optima Production mulai melirik ST12 setelah album perdana, JALAN TERBAIK (2005), meraih sukses. Album kedua, P.U.S.P.A (2008) yang didedikasikan untuk Iman, dirilis di bawah label Trinity.{STSeti/febri}


Charly (vokal) merupakan grup band asal Bandung yang meroket pamornya lewat hit Aku Masih Sayang, di album kedua ini mereka tidak hanya sekadar mempertahankan konsep bermusik pop bercorak Melayu yang terasa easy listening.

”Tetapi dari 12 lagu yang ada di album kedua, kita mencampurkan beberapa aliran musik, seperti disko, reggae dan akustik,” kata Pepep, drummer sekaligus pemrakarsa terbentuknya ST 12, saat berbincang dengan Republika di Jakarta, Senin (12/5)......

Meski menyisipkan corak ‘asing’, Pepep menegaskan bukan berarti mereka meninggalkan identitas musikal ST 12 yang dikenal sebagai pengusung musik pop-Melayu. ”Kita hanya ingin mengambil segmentasi pendengar yang lebih luas,” kata musisi ini menerangkan seputar penyisipan musik disko dan reggae di album kedua ST 12.

”Harus kita sadari bahwa orang punya cara dan selera yang berbeda dalam menikmati musik. Ada yang butuh musik menghentak, mellow, atau minimalis ornamen yang mengedepankan harmonisasi. Semua itu yang kita suguhkan di album kedua ini,” kata Pepep menjelaskan kembali.

Sementara Charly van Houtten, vokalis ST 12, menambahkan bahwa warna musik disko dan reggae yang hadir d album kedua masih tetap mengedepankan identitas musikalisasi grup musik ini.

”Tetap ada unsur Melayunya,” kata pria yang memiliki cengkok vokal Melayu ini.
Charly mengungkapkan lagu yang dihadirkan dalam versi disko berjudul Cinta Jangan Dinanti-nanti. Selanjutnya tembang bertajuk Saat Kau Jauh (S.K.J) dikemas secara reggae. Selain kedua lagu tadi, masih ada dua lagu lagi yang dihadirkan dalam konsep baru ST 12. Kedua lagu tersebut berjudul saat terakhir dan Cinta Tidak Direstui. ”Keduanya kita hadirkan dalam konsep slow akustik. Artinya kita tidak hanya menghadirkan permainan akustik itu sebagai pembukanya saja, tetapi disajikan secara full akustik.”

Single andalanUntuk album kedua ST 12 justru menempatkan single berjudul Puspa sebagai lagu andalannya. Puspa ini merupakan kependekan dari Putuskan Saja Pacarmu. Tembang ini, kata Pepep, masih tetap ST 12 banget. ”Musikalisasinya masih tetap warna musik ST 12 asli dan masih terus dipertahankan. Saat orang mendengar lagu ini, maka mereka akan bisa mengenali bahwa ini adalah ST 12.”

Sebagai lagu andalan, Trinity Optima Production selaku label recording tempat ST 12 bernaung, secara khusus langsung membuatkan video klip untuk single Puspa. Dalam video klip ini dihadirkan aktris Luna Maya sebagai modelnya.

Charly menceritakan peran Luna dalam video klip Puspa ini sebagai perempuan yang sudah memiliki kekasih. ”Tetapi saya menyuruh dia agar memutuskan pacarnya, lalu saya meminta kepada dia untuk bilang I Love You kepada saya,” kata pria ini sambil tersipu malu saat menceritakan konsep dari video klip Puspa ini.

Sementara, Luna Maya, yang duduk di dekat ketiga personel ST 12, menjelaskan tentang perannya di video klip terbaru ST 12. ”Ini kan tuntutan profesionalisme kerja saja,” katanya singkat.

Untuk video klip Puspa ini, ST 12 dan Trinity memberikan kepercayaannya kepada sutradara Guntur. Clippers muda ini sebelumnya pernah menggarap video klip ST 12 yang berjudul Rasa yang Tertinggal. Sementara itu debut album ST 12 yang dilansir tiga tahun silam berjudul Aku Tak Sanggup Lagi menorehkan prestasi penjualan lebih dari 300 ribu keping.

Berkat penjualan tersebut, pihak Trinity memberikan penghargaan double platinum kepada grup yang menyingkat ST 12 dari nama lokasi di kawasan Bandung, yakni Stasiun Timur Nomor 12.

Walau kehilangan seorang personel, ST12 mampu bertahan dan mendulang sukses di album perdananya. Ciri khas ST 12 yang membawakan lagu melayu memang terasa mantap dibawakan Charly, sang vokalis, memang menjadikan ST12 band yang berkarakter.

album kedua ST12 ini banyak disukai oleh masyarakat indonesia. Kuping orang Indonesia mudah menyerap lagu-lagu dari ST12. Terbukti dalam waktu tiga bulan saja band ini berhasil menggondol Double Platinum. Selain copy albumnya menembus angka penjualan 150 ribu, RBT-nya pun diunduh sebanyak 1 juta.Kenang Iman Rush

JAKARTA INDONESIA,
KESETIAKAWANAN menjadi pedoman yang dipegang teguh oleh kelompok musik pop asal Bandung, ST12, ini dibuktikannya (Jumat, 4 Juli 2008), di Jakarta. Lewat acara launching album terbaru mereka bertajuk “PUSPA”, ST12 mencurahkan perasaannya kepada penonton tentang mendiang kawannya yang telah meninggal dunia, Iman Rush.

ST12 adalah grup band yang memiliki formasi awal dengan empat personel; Charly (vokal), Pepep (dram) dan Pepeng (gitar),dan Iman Rush (gitaris). Setelah ditinggal Iman Rush, ST12 tetap eksis berkarya dengan dukungan beberapa personal tambahan (additional player).

Dalam album teranyarnya, ST12 mengandalkan tembang “PUSPA” dan “Saat Terakhir” untuk meraih hits diblantika musik Indonesia. Diakui Charly, lagu “Saat Terakhir” merupakan persembahan ST12 untuk kawan mereka yang telah meninggal, Iman Rush.
Dalam konser sekaligus launching semalam, tak bisa dipungkiri, personel ST12 larut dalam kesedihan. Pemicunya adalah lagu “Saat Terakhir” yang membuat sang Vokalis meneteskan air mata.

Sebenarnya lagu “Puspa” bukan lagu dengan intonasi lambat dan mendayu-dayu, seperti kebanyakan lagu sedih. Lagu Puspa yang dibawakan sempurna oleh ST12 memiliki irama riang ala chacha. Liriknya pun jenaka. Simak saja syairnya; “Jangan jangan kau menolak cintaku, jangan-jangan kau tak trima cintaku. Putuskanlah saja pacarmu, lalu bilang I Love You padaku,” begitu penggalan lirik bagian reffrain lagu itu.
Bagi seluruh personel ST12, Iman Rush adalah sosok yang baik dan setia kawan. “Iman adalah pedoman hidup dan inspirator kami,” ujar Pepep.{STSETIA/DEDY}

aku padamu



0.ST12 feat Charly angels - Aku padamu (CD RIP-CLEAN) (ST 12 feat Charlys angels - Aku padamu - Pangeran cinta).mp3

terlalu



0.ST12 - Terlalu (CD Rip-Clean) (ST 12 Pangeran cinta).mp3

sebuah kenyataan



0.ST12 - Sebuah kenyataan (Clean-CD rip) (ST 12 Pangeran cinta).mp3

pangeran cinta



ST12 - Pangeran Cinta www.musik-corner.com.mp3

setiaku



0.ST12 - Setiaku (CD Rip-Clean) (ST 12 Pangeran cinta).mp3

anugrah cinta



0.ST12 - Anugerah cinta (CD Rip-Clean) (ST 12 Pangeran cinta).mp3

i love you



ST12 - Pangeran Cinta - 10. I Love You.mp3

aku terjatuh



ST12 - Pangeran Cinta - 08. Aku Terjatuh.mp3

masa kecil



ST12 - Pangeran Cinta - 06. Masa kecil.mp3

sayyidina



ST12 - Pangeran Cinta - 11. Sayyidina.mp3

lady sky



0.ST12 - Lady sky (CD Rip-Clean) (ST 12 Pangeran cinta).mp3

album pangeran cinta



pangeran_cinta1

ST12 MELEPAS SEKAT BERMUSIK


Album keempat ST12 bertajuk “Pangeran Cinta” menampilkan citarasa musik yang beragam. Dengan cerdas ST12 berupaya menggagas musik hibrida yaitu membaurkan berbagai karakter musik tanpa kesan memaksa. Ini tentu bukanlah pekerjaan yang gampang. ”Pada prinsipnya kami memang menyukai musik apa pun. Bagi kami musik itu tak perlu dikotak-kotakkan lagi. Musik diciptakan dan bisa dinikmati siapa saja” ungkap Charly serius.

Jika menyimak ke 12 lagu yang termaktub di album ini, maka kita pun mahfum betapa ST12 berikhtiar untuk memuaskan kuping banyak pendengar. Charly beserta Pepep dan Pepeng menunjukkan keseriusan yang prima di album ini. Simaklah single “Aku Padamu” menyusupkan growling teknik vokal menggeram dengan suara rendah dan parau yang lekat dengan style grup bergugus metal pada bagian introduksi lagu. Masuknya unsur growl yang dilakukan oleh Man dari grup metal Jasad rasanya tak berlebihan dan kontekstual, karena growl ini bagai isyarat nurani lelaki yang mempunyai hasrat cinta terdalam untuk sang kekasih. Lagu ini pun didukung harmoni choir ala Queen yang disuarakan Charly’s Angels, kelompok vokal yang dibentuk dari sebuah reality show, “Charly Mencari Angels” di salah satu televisi swasta Indonesia. Terdiri atas Citra dari Bandung, Ayu dari Yogyakarta, dan There dari Surabaya. Lagu ini pun bergulir dengan nafas rock hingga menyeruak ke atmosfer qasidah. Sebuah eklektika pop yang cair dan senyawa.

Kualitas vokal Charly pun menunjukan pergeseran yang patut dicatat terutama kelenturan yang harus disesuaikan dengan tematik lagu. Kadang ia bersenandung dengan nada rendah yang muram. Bahkan menggeram seperti tengah ingin melepaskan kungkungan yang mencengkeram.

Dalam “Dunia Pasti Berputar” vokalnya menukik dalam notasi rendah. Liriknya pun dalam bermuatan petuah :

Dunia pasti berputar / Kita harus siapa hadapi semua / Ikhlaskan segalanya / Jalani semua yang ada /

Tampaknya ST12 tak mau hanya berkutat pada lagu-lagu bernafas asmara belaka. Mereka membuktikan terampil menata tema lirik kontemplatif hingga bermuatan religius seperti pada lagu “Sayedina” yang bertutur tentang Muhammad Sang Rasul. “Bagi saya lewat musik, saya bisa bertutur tentang apa saja. Bisa cinta, bisa kehidupan sosial hingga nuansa religius” jelas Charly, vokalis sekaligus pencipta semua lagu ST12.

Keragaman gaya musik ST12 memang menarik untuk disimak. Dalam lagu “Terlalu”, ST12 berupaya mengangkat ragam musik Melayu dengan latar aransemen string yang indah. Pada “Setiaku”, range vokal Charly yang luas menjadikannya mampu menyeruakkan alunan vocal berkonotasi rock. Lagu tersebut diciptakan khusus untuk ST Setia, sebutan untuk fans ST12.

Pada lagu “Masa Kecil”, ST12 mencuri perhatian dengan notasi ala musik klasik yang terwakili pada bunyi-bunyian piano pada introduksi serta harmoni choir memadukan timbre vokal yang kontras namun tegas.L iriknya memang berceloteh tentang kerinduan terhadap masa kecil.

Eksperimen yang dilakukan Charly, Pepep dan Pepeng tertumpah lagi pada lagu “Lady Sky” yang membaurkan beberapa kecendrungan gaya musik mulai dari ska, rock, Melayu lalu bermuara pada perangai music gipsy pada bagian refrain dengan aksentuasi brass section.

Hibrida semacam ini pun terasa pula pada lagu “Sayedina” yang menyusupkan rhythm etnik Jawa berpadu dengan nuansa Timur Tengah dan refrain yang mengingatkan kita pada tren musik pop era 60-an . Pada lagu “I Love You” menyelusup atmosfer lounge music yang seduktif.

Charly sendiri kemudian bersenandung hanya ditemani denting piano dalam lagu “Sebuah Kenyataan”. Bernuansa muram dan gundah. Pencapaian vokalnya yang lentur dan ekspresif mecuri perhatian siapa saja disini.

Mengenai tema album ST12 kali ini mereka memilih ”Pangeran Cinta”, selain diambil dari salah satu judul lagu yang terdapat didalam album ini, tema tersebut terispirasi dari figur seorang pangeran yang kerap diidolakan dan menjadi panutan bagi rakyatnya. Inspirasi ini diharapkan menjadi sebuah wujud doa bagi perjalanan karir ST12. Didalam cover album juga terdapat foto barisan orang yang saling berpegangan tangan, foto ini sebenarnya memiliki filosofi sendiri berupa ajakan moral dimana kita harus saling menolong dan membantu dengan sesama yang membutuhkan.

Gimmick spesial lainnya, ST12 meyisipkan merchandise berupa emblem eksklusif “Pangeran Cinta” pada 50.000 edisi pertama yang bertanda khusus. ”Emblem ini kami persembahkan untuk para ST Setia yang membeli album original ST12...” ujar ketiganya berbarengan.

Selain itu, single ”Aku Padamu” juga dapat di download dengan cara scan barcode yang terdapat di beberapa materi promo. Caranya download aplikasi Scanlife dari handphone Anda, dengan membuka www.2db.mobi . Buka aplikasi Scanlife kemudian pilih ”scan”. Posisikan layar handphone tepat di tengah lalu foto. Tunggu hingga Anda mendengar suara ”chime” dan ikuti petunjuk selanjutnya.

Album ini termasuk cepat dalam penggarapannya. ”Materi lagu yang saya tulis di album ini sebagian besar saya tulis pada saat ST12 tengah melakukan tur konser…”, imbuh Charly. Tampaknya ST12 melalui album ini ingin membuktikan kemampuan musikalitas mereka yang kerap dipandang sebelah mata. Dan ST12 berhasil membuktikannya melalui 12 lagu yang berada di album “Pangeran Cinta”. Mari kita simak.

salam st setia



haloo st setia medan
pa kbr?
gimana harinya?
ehmmm.
bagi kalian yg mau daftar st setia medan
dtg ja ke basecamp kita di jl.tempuling no 39 ( pancing ) medan
persayaratannya : bawa uang aja
okkkkk
dont forget
berangggggggggggggggggggggggggggggkat indoooooooooooooooonesia